Langkah kecilku tertatih kadang terseok, tak tahu lagi harus kemana. tidak jarang ku terjatuh dan tanganku mencoba menggapai pegangan, namun sayang sekali, setiap ku dapatkan pegangan tak sekuat yang aku kira. ku kembali terjatuh. Jalan licin dan rasa lelahku tak bisa lagi aku hindari. Aku terkapar dan tak mapu lagi bangkit. Dalam tangis dan lelahku, aku berdoa, Ya Allah andai aku harus tamat biarkan aku bawa malaikat-malaikat kecilku ini sampai tempat dan waktu dimana dia bisa belajar terbang dan mengepakan sayap-sayapnya.
Rupanya Tuhan masih mendengar permintaan dan doaku, sampai saat ini aku masih mampu berjalan kadang harus merangkak tuk membawa malaikat-malaikat ini sampai di puncak. Suara canda dan tawa merekan menjadikan semangat dan tenaga baru bagiku. Mereka bukan lagi merupakan beban hidup, melainkan nyawa bagiku. Mereka selalu hadir pada saat aku lelah,mereka selalu datang pada saat harapan dan semangatku hampir padam.
Rasa lelah dan rasa hati yang patah tidak akan pernah cukup membuatku menyerah dan mengaku kalah untuk berhenti melangkah. Akan aku perlihatkan pada malaikat-malaikat itu bahwa aku adalah pengasuh yang kuat dan tangguh. dan akan aku katakan pada mereka bahwa aku adalah utusan Tuhan yang di takdirkan mengasuh mereka.

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusketika mendung pekat menyumbat pandang..
BalasHapustangan mengayuh badai tak kunjung sampai..
serasa putus rantas nafas letih..
benang ruh serasa melepuh patah..
tetapi kasih, ada tangan Sang Kekasih nan Perkasa..
kan paling sudi mengulurkan segenap dekapNYA..
tegaklah ..
bangkitlah..
anak-anak harus sampai ke rumah mereka..
dengan bekal cukup tuk perjuangan mereka..
anti, kudekap dirimu dengan doaku..